Siswa Sering Berkelahi, Aktivis Germab Soroti Kinerja Guru SMKN 4 Sinjai -->
Cari Berita

Siswa Sering Berkelahi, Aktivis Germab Soroti Kinerja Guru SMKN 4 Sinjai

Kamis, 11 November 2021

Syahir


SINJAI, Ragam- Pendidikan merupakan salah satu perwujudan bernegara, yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Walau tak bisa dipungkiri tindakan kriminal antar siswa dalam dunia pendidikan masih rentan.


Demikian halnya belakanagan ini terjadi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kabupaten Sinjai, membuat aktivis Gerakan mahasiswa Bersatu (Germab) angkat bicara. 


Syahir mempertanyakan fungsi pengawasan dan pembinaan tenaga pendidik di sekolah tersebut.


"Bahwa berdasar pada amanat Undang-undang Dasar 1945, maka pengertian pendidikan di sekolah merupakan upaya untuk mencerdaskan dan mencetak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif, berbudi pekerti yang santun serta mampu menyelesaikan permasalahan di lingkungannya" jelas Syahir.


Dirinya melanjutkan, maraknya tindakan kriminal atau perilaku tindakan kekerasan di sekolah sangat disyangkan untuk generasi penerus bangsa.


"Di mana mereka harus melenceng dari eksistensinya sebagai seorang kaum yang terdidik. Seperti halnya yang terjadi di SMKN 4 Sinjai yang bertempat di  Desa Pulau Harapan, Kecamatan Pulau Sembilan tepatnya di Pulau Kambuno telah terjadi aksi tindakan kriminal atau tindak kekerasan antar sesama siswa. Terjadi pada Senin, 08 November 2021" sambungnya.


Peristiwa itu terjadi kata Syahir, pada saat korban sedang bermain di dalam kelasnya dan pelaku merasa tersinggung akan hal itu dan akhirnya pelaku datang menghampiri korban dan melakukan pemukulan bersama dengan temannya yang lain.


"Hal ini juga sudah pernah dialami oleh murid yang lainnya, di mana mereka juga pernah mendapatkan perlakuan yang seperti itu" beber Syahir melnjutkan.


Syahir yang juga merupakan pemuda Pulau Sembilan ini, meminta agar pihak guru lebih tegas dalam memberikan pengawasan, pembinaan dan pendidikan kepada muridnya.


"Karna saya tidak mau kalau ke depannya bakalan terjadi lagi hal-hal seperti ini dan ditakutkan jangn sampai nantinya bakalan ada lagi yang lebih parah dari ini kalau pihak sekolah tidak tegas dalam memberikan pengawasan dan mendidik muridnya," tutupnya. Kamis (11/11).


Dikonfirmasi pihak sekolah SMKN 4, namun belum memberikan keterangan.


Tim